Home Blog Page 4

Membanggakan, Jurnal Al-Fahmu STIQ As-Syifa Raih Akreditasi SINTA 3

0

Subang, 24 Juli 2025 – Kabar membanggakan datang dari STIQ As-Syifa. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) resmi mengumumkan bahwa Jurnal Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir berhasil meraih akreditasi SINTA 3, sesuai dengan keputusan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 0173/C3/DT.05.00/2025 yang ditetapkan pada 21 Maret 2025.

Capaian ini menegaskan komitmen STIQ As-Syifa dalam mengembangkan tradisi akademik dan riset ilmiah di bidang studi Al-Qur’an dan Tafsir.

Kepala LPPM, Feri Rustandi, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas prestasi tersebut.

“Akreditasi ini adalah buah kerja keras, doa, dan kolaborasi semua pihak. Semoga menjadi motivasi untuk terus menghadirkan penelitian-penelitian yang bermanfaat bagi umat,” ujarnya.

Sementara itu, Editor in Chief Jurnal Al-Fahmu, Apri Wardana Ritonga, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat.

“Terima kasih kepada pimpinan kampus, mitra bestari, para editor, reviewer, serta semua pihak yang berkontribusi dalam pengelolaan jurnal ini. Prestasi ini bukan akhir, melainkan langkah awal menuju pencapaian yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Dengan raihan akreditasi SINTA 3, Jurnal Al-Fahmu semakin memperkuat posisinya sebagai wadah publikasi ilmiah yang kredibel dan berkontribusi bagi pengembangan keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Jurnal Al-Fahmu dapat diakses melalui tautan resmi berikut https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alfahmu

Loading

Dosen STIQ As-Syifa Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Pesantren Baitul Qur’an Subang

0

Subang, 17 Juli 2025 – Dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) As-Syifa menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh dosen-dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 17 Juli 2025, bertempat di Pesantren Baitul Qur’an Subang dan dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIQ As-Syifa, Dr. (cand.) Feri Rustandi, M.M.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Islam Berbasis Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Era Digital” ini disambut secara resmi oleh Mudir Pesantren Baitul Qur’an Subang, Ustadz Fhandry M. AlBadri, M.Si., dan diikuti oleh para guru Al-Qur’an, guru akademik, serta tenaga kependidikan.

Dalam sambutannya, Dr. (cand.) Feri Rustandi, M.M. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat, khususnya dalam penguatan mutu pendidikan Islam berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang sinergi antara kampus dan pesantren dalam membangun pendidikan yang adaptif, integratif dan kolaboratif. Semoga kontribusi dosen-dosen STIQ As-Syifa dapat memberikan manfaat langsung bagi para guru dan tenaga pendidik di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Fhandry M. AlBadri, M.Si. menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran tim dosen STIQ As-Syifa.

“Kami merasa terhormat dan mengucapkan terimakasih atas kontribusi dan pelatihan yang diberikan, seacara kebetulan pekan ini adalah pekan In House Trainning Guru guru di Pesantrren,materi yang disampaikan sangat relevan dan dibutuhkan  bagi pengembangan kompetensi guru dan tendik di  lingkungan pesantren. berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut di masa mendatang,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan beragam materi penguatan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Materi tersebut mencakup Integrasi Nilai Keislaman dalam Mata Pelajaran, Metode Tadabbur Tematik (Tafsir Maudhui Ringan), serta Strategi Pengajaran Tahfizh Mutqin guna memperkuat kualitas hafalan Al-Qur’an. Selain itu, peserta juga mempelajari konsep Living Qur’an untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, Public Service Excellence di Sekolah Islam sebagai upaya peningkatan layanan pendidikan, serta Tata Kelola Administrasi dan Manajemen Kinerja demi profesionalitas lembaga. Tidak ketinggalan, Kaedah Bahasa Arab Dasar di Sekolah untuk memperkuat pemahaman bahasa sumber Al-Qur’an, dan Metode 5T (Tamhid, Tilawah, Tafsir, Tadabbur, Tazkiyah) sebagai pendekatan sistematis dalam pembelajaran Qur’ani.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan hangat. Para peserta aktif berdiskusi serta antusias menerima materi yang disampaikan oleh para dosen.

Loading

Staf LPPM STIQ As-Syifa Jadi Narasumber National Guest Lecture di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

0

Subang, 15 Juli 2025 – Salah satu Staff LPPM STIQ As-Syifa, Apri Wardana Ritonga, M.Pd., mendapat kehormatan menjadi narasumber utama dalam kegiatan National Guest Lecture yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Sultanah Nahrasiyah, pada Selasa (15/7/2025). Acara ini mengangkat tema “Strategi Menulis Artikel Ilmiah Berkualitas: Dari Ide hingga Terbit di Jurnal Bereputasi” dan berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting, dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Ruhama Wazna, S.Th.I, M.A., yang menekankan pentingnya budaya menulis dan publikasi ilmiah bagi mahasiswa maupun dosen. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Rektor III, Dr. Darmadi, serta sejumlah dosen dan mahasiswa sebagai peserta aktif.

Sebagai narasumber, Apri Wardana Ritonga – yang juga dikenal sebagai Founder Kuljur, reviewer jurnal bereputasi Scopus, sekaligus penerima beasiswa LPDP Kemenkeu program doktoral di UIN Malang– membagikan strategi praktis bagaimana menulis artikel ilmiah yang berpeluang besar diterbitkan di jurnal nasional maupun internasional terindeks.

Dalam pemaparannya, Apri menekankan beberapa poin penting mulai dari cara menemukan ide penelitian, menentukan judul yang efektif, memilih jurnal yang sesuai cakupan tulisan, hingga menyusun struktur artikel yang benar. Ia juga memperkenalkan berbagai alat pendukung penulisan seperti Google Scholar, plugin Excitation, dan pemanfaatan teknologi AI.

“Banyak penolakan artikel bukan karena substansi penelitian, melainkan karena kesalahan teknis dan etika penulisan. Mulai dari struktur, metode, hingga referensi harus betul-betul diperhatikan,” tegas Apri.

Ia juga berbagi pengalaman pribadi saat menulis artikel tentang keterampilan membaca bahasa Arab di masa pandemi COVID-19 yang berhasil menembus jurnal terindeks Scopus. Menurutnya, keterkaitan topik penelitian dengan isu kekinian sering menjadi nilai tambah dalam proses seleksi jurnal bereputasi.

Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya etika penulisan, termasuk akurasi referensi, kejujuran akademik dalam menggunakan AI, serta menghindari praktik gift authorship dengan mencantumkan nama penulis yang tidak berkontribusi pada karya ilmiah.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, di antaranya terkait strategi menghadapi penolakan jurnal. Apri menjelaskan bahwa jika sebuah naskah ditolak karena kendala administratif, penulis sebaiknya menyelesaikan masalah tersebut dan mencoba kembali mengirimkan ke jurnal yang sama, mengingat proses review telah dilalui dengan baik.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa FUAD semester 4 dan 6, dosen, serta masyarakat umum. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan e-sertifikat bagi peserta yang mengikuti hingga akhir acara.

Partisipasi Staff LPPM STIQ As-Syifa dalam forum akademik nasional ini menjadi bukti komitmen lembaga dalam memperkuat budaya riset, publikasi ilmiah, dan kontribusi nyata pada pengembangan ilmu pengetahuan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Loading

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts