Subang – Kabar membanggakan kembali datang dari Institut As-Syifa. Proposal penelitian yang melibatkan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut As-Syifa, Dr. Apri Wardana Ritonga, M.Pd., berhasil lolos pendanaan Program Bantuan Penelitian Litapdimas Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.
Keberhasilan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 5866 Tahun 2026 tentang Penerima Bantuan Penelitian Dasar Pembinaan/Kapasitas Tahun Anggaran 2026, yang ditetapkan pada 22 Juli 2026.
Proposal penelitian yang memperoleh pendanaan berjudul “Kerentanan Cyberbullying dan Dampak Psikologis Peserta Didik di Madrasah: Perbandingan Perkotaan dan Pedesaan.” Penelitian ini masuk dalam Kluster Bantuan Penelitian Pengembangan Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi dan/atau Kementerian/Lembaga, salah satu skema kompetitif yang mendorong kolaborasi antarinstitusi untuk menghasilkan riset yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyusunan kebijakan.
Tim peneliti diketuai oleh Prof. Dr. Susanto, M.A. dengan anggota Dr. M. Yusuf T., M.Ag., Dr. Sahlul Fuad, serta Dr. Apri Wardana Ritonga, M.Pd. Kehadiran Kepala LPPM Institut As-Syifa dalam tim penelitian tersebut menunjukkan semakin kuatnya kontribusi dosen Institut As-Syifa dalam jejaring riset nasional yang melibatkan akademisi lintas perguruan tinggi.
Penelitian ini mengangkat isu yang sangat relevan dengan perkembangan pendidikan di era digital, yakni meningkatnya fenomena cyberbullying di kalangan peserta didik. Melalui pendekatan komparatif antara madrasah di wilayah perkotaan dan pedesaan, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan gambaran yang komprehensif mengenai tingkat kerentanan peserta didik terhadap perundungan siber, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta rekomendasi berbasis bukti untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganannya di lingkungan madrasah.
Kepala LPPM Institut As-Syifa, Dr. Apri Wardana Ritonga, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan memperoleh pendanaan Litapdimas merupakan hasil dari kolaborasi akademik yang kuat sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian di lingkungan Institut As-Syifa.
“Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari tim penelitian yang memperoleh pendanaan Litapdimas Kementerian Agama Tahun 2026. Penelitian kolaboratif seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat jejaring akademik, menghasilkan riset yang berkualitas, serta memberikan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Semoga capaian ini juga dapat memotivasi dosen-dosen Institut As-Syifa untuk terus aktif mengikuti hibah penelitian kompetitif di tingkat nasional,” ujarnya.
Keberhasilan ini juga menjadi bukti meningkatnya kapasitas riset dosen Institut As-Syifa dalam berkompetisi pada program hibah nasional. LPPM Institut As-Syifa terus mendorong budaya penelitian yang produktif melalui penguatan kompetensi dosen, pendampingan penyusunan proposal hibah, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia.
Dengan diraihnya pendanaan Litapdimas Tahun 2026, Institut As-Syifa semakin menegaskan komitmennya dalam mengembangkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan pendidikan, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik di madrasah.
![]()







