Subang – Dosen-dosen prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut As-Syifa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Pelatihan Literasi Digital Al-Qur’an untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Madrasah dalam Bermedia Sosial, Penafsiran Al-Qur’an, dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).” Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 08.00–14.00 WIB, bertempat di Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat Al-Abadiyyah / MI Unggul Al-Abadiyyah, Cibarus, Kabupaten Bekasi.

Program pengabdian ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memperkuat kapasitas guru madrasah dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya konten keagamaan di media sosial, guru dituntut tidak hanya memiliki kemampuan pedagogik, tetapi juga kecakapan dalam memahami Al-Qur’an secara benar serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Kegiatan menghadirkan tim dosen Institut As-Syifa sebagai narasumber sesuai bidang keahliannya. Abdul Rohman, M.Ag. menyampaikan materi mengenai Standar Penafsiran Al-Qur’an di Media Sosial, yang menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an di ruang digital agar terhindar dari penyebaran informasi keagamaan yang tidak sesuai dengan kaidah tafsir.

Selanjutnya, Amin, S.Th.I., M.Ag. membahas Standar Pemahaman Linguistik, sebagai fondasi dalam memahami makna ayat Al-Qur’an secara komprehensif. Menurutnya, penguasaan aspek kebahasaan menjadi salah satu syarat penting agar penafsiran Al-Qur’an tidak keluar dari konteks yang benar.

Materi mengenai Bijak Bermedia Sosial Berdasarkan Nilai-Nilai Al-Qur’an disampaikan oleh Ela Sartika, M.Ag. bersama Dedi Kuswandi, M.Ag. Keduanya mengajak peserta untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berinteraksi di media sosial, sehingga tercipta budaya digital yang santun, bertanggung jawab, dan membawa kemaslahatan.

Sementara itu, Farhan Muhammad, M.Ag. memberikan penguatan mengenai Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menafsirkan Ayat-Ayat Pendidikan secara Kontekstual. Ia menjelaskan bahwa guru perlu mampu menghubungkan pesan-pesan Al-Qur’an dengan dinamika pendidikan modern sehingga pembelajaran agama menjadi lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Sebagai penutup, Khoirul Muhtadin, M.Ag. bersama Wahyudi, M.Ag. memberikan pelatihan mengenai Literasi Artificial Intelligence (AI) bagi guru agama. Pada sesi ini, peserta dikenalkan dengan berbagai aplikasi berbasis AI yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran, penyusunan bahan ajar, serta pengembangan media pembelajaran secara efektif, etis, dan bertanggung jawab.

Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Muhammad Cahaya dan Ikhwanul Muslim Nasution ini mendapat antusiasme tinggi dari para guru madrasah. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai tantangan penggunaan media sosial, validitas informasi keagamaan di era digital, hingga pemanfaatan teknologi AI dalam dunia pendidikan.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdi menargetkan beberapa capaian penting, antara lain meningkatkan kompetensi guru madrasah dalam menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan etika bermedia sosial, memperkuat pemahaman terhadap standar linguistik dalam memahami Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan guru dalam menafsirkan ayat-ayat pendidikan secara kontekstual, serta membangun literasi Artificial Intelligence yang dapat mendukung proses pembelajaran agama.

Tim pengabdi juga berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan materi yang telah diperoleh dalam aktivitas pembelajaran di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, masukan dari peserta diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan program pengabdian yang lebih baik pada masa mendatang.

Di sisi lain, para peserta menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Mereka menginginkan adanya akses pembelajaran yang lebih luas mengenai teknologi digital dan Artificial Intelligence, serta pendampingan penggunaan berbagai aplikasi yang mampu menjawab tantangan pembelajaran di sekolah maupun kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, LPPM Institut As-Syifa kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program-program pemberdayaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Sinergi antara nilai-nilai Al-Qur’an, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi diharapkan mampu melahirkan guru madrasah yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital.

Loading

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 1 =